Minggu, 02 Desember 2012

TENTANG NH PERKASYA

Disusun oleh: Drs.H.Lamro Asyhari,MM.
A.LATAR BELAKANG
Ke-NH PERKASYA-an
            Manusia  yang terlahir di jagat bumi mempunyai 2 fungsi yang tidak dapat di pisahkan , yaitu fungsi pribadi dan fungsi social manusia dituntut untuk meningkatkan mutu metal dan spiritual sebagai fungsi pribadi untuk menuju ketingkatan yang  lebih tinggi di mata Tuhan. Sebagai fungsi social , manusia di tuntut untuk meningkatkan segala kemampuan yang dimilikinya untuk meningkatkan harkat dan martabat di mata sesama makhluk
Manusia terlahir dengan sifat fitri, yang masih suci, teornativisme yang menyatakan bahwa manusia terlahir seperti selembar kertas yang tergantung siapa yang mengisi coretan dalam kertas itu . bila coretan yang terdapat kertas itu baik, maka baiklah orang tersebut ,dan sebalinya. Yang mengisi seorang pribadi adalah manusia dan lingkungan. Untuk mendapat insane yang unggul maka di perlukan pribadi yang berkualitas dan lingkungan yang kondusif bagi seorang pribadi yang baru. 
Kebudayaan adalah hasil cipta karya manusia yang mempunyai nilai-nilai tertentu. Salah satunya adalah pencak silat, yang merupakan hasil kebudayaan asli bangsa Indonesia.sebagai sebuah kebudayaan, pencak silat merupakan sebuah kebudayaan yang menggali kemampuan pada diri seorang untuk membela diri mengolah tubuh,dan mengolah rasa.
Sejarah bangsa Indonesia di tandai oleh perjuangan yang panjang dan gigih. Pejuangan yang panjang dan pantang menyerah tersebut telah melahirkan banyak pahlawan sebagai figure yang mewakili kegagahan (kesatria),kepedulian,idealisme,disiplin , kerja keras,kesungguhan dan keberanian.
Sebagai generasi penerus bangsa,menjadi tanggung jawab bersama untuk meletarikan nilai nilai kepahlawanan tersebut dalam mengisi pembangunan bangsa di perlukan sifat kepahlawanan dalam masyarakat . tanpa hal itu,maka pembangunan akan terasa hambar karena kurangnya idealisme dalam masyarakat.  


B. VISI dan MISI
VISI
Dengan terbentuknya wadah bela diri N Perkasya di pondok pesantren tebuireng jombang , NH Perkasya memiliki visi inginmembentuk dan mencetak pesilat berkualitas mental dan spiritual yang berdasarkan iman,islam dan ihsan.
MISI
1.      Sebagai sarana olahraga
2.      Sebagai sarana bela diri
3.      Sebagi sarana pertahanan dan ketahanan nasional dan regional
4.      Sebagai sarana media dakwah islamiyah
5.      Sebagai sarana penyalur bakat
6.      Sebagai sarana pengembangan ilmu pencak silat
7.      Sebagai sarana pengukir prestasi
8.      Untuk melestarikan budaya asli indonesia
C. SEJARAH NH PERKASYA
Sejarah NH Perkasya tidak bisa lepas dari pondok pesantren Tebuireng , dimana tempat lahir pertama kali NH Perkasya Tebuireng adalah sebuah dusun kecil yang berada 8 km di sebelah selatan kota jombang yang berada di jalan raya jurusan jombang .kediri / malang. Secara teritorial Tebuireng merupakan sebuah dusun yang masuk desa cukir kecamatan diwek kabupaten jombang provinsi jawa timur.
Menurut sejarah yang disampaikan masyarakat,nama Tebuireng berasal dari keboireng (kerbau hitam). Konon ketika itu ada seorang penduduk yang mempunyai kerbau berkulit putih atau albino,suatu hari, kerbau itu menghilang yang kemudian di ketemukan pada sore harinya.kerbau itu I ketemukan dalam keadaan hamper mati karena kecebur dalam rawa rawa yang banyak dihuni lintah sekujur tubuhnya dipenuhi oleh lintah ,sehingga kulit kerbau yang semula berwarna putih menjadi hitam . peristiwa itu menyebabkan pemilik kerbau itu berteriak ,” Keboireng……keboireng…….keboireng!” sejak saat itu, dusun tempat ditemukannya kerbau itu dikenal dengan dusun keboireng.
Belum di ketahui secara pasti , mengapa namanya berubah menjadi tebuireng. Apakah perubahan nama tersebut ada kaitannya dengan munculnya pabrik gula di selatan dusun terssebut. Sebab dengan munculnya pabrik gula yang didirikan oleh NV.Kodi er coster van houst tjokier pada tahun 1884 itu, telah mendorong masyarakat setempat untuk menanam tebu sebagai bahan baku gula dan mungkin teebu yang di tanam hitam maka nama keboireng brubah menjadi  tebuireng.
pada awalnya,dusun tebuireng merupakan sarang maksiat dan kejahatan dimna terjadi banyak kriminalitas , perampokan,pencurian bahkan pembunuhan . baru tanggal 28 rabiul awal 1317 H, yang bertepatan dengan tanggal 5 agustus 189 M seorang tokoh karimatik Hadratussyaikh KH.Hasyim asy’ari beserta istrinya ibu nyai Khodijah mulai merintis dakwah islamiyah sekaligus memulai hidup baru dengan bertempat tinggal di daerah Tebuireng.
Hadratussyaikh KH Hasim asy’ari dalam merintis perjuangannya menghadapi banyak hambatan,tantaangan dan ancaman , tidak jarang para santri jarang tidur untuk berjaga – jaga pada waktu malam karena tempat tinggal beliao sering di serbu para brandalan , menghadapi permasalahan tersebut Hadratusyekh KH Hasyim Asy’ari meminta bantuan kepada kyai Cirebon yang merupakan kenalan beliau yang terkenal memiliki ilmu kanuragan yang sakti beberapa kyai kemudian datang untuk dengan senang hati membantu keamanan pondok tebuireng , dengan dataangnya teman beliau ini membawa hikmah tersendiri , konon,kyai hasyim asy’ari yang tadinya kurang menyukai ilmu kanuragan akhirnya mau belajar ilmu pencak silat.
Dari catataa sejarah masa lalu ini, sekitar tahun 1980-an terpikirlah dari benak para santri untuk membentuk sebuah wadah pencak silat . selain karena catatan sejarah tersebut , keinginan tersebut juga ungin mempertahankan , mengembangkan ,melestarikan budaya asli Indonesia.serta perlu  membekali  para santri untuk misi dakwah islamiyah kelas ketika mereka kembali ke masyarakat.
Perguruan pencak silat nurur huda pertahanan kalimat syahadat (NH PERKASYA) dalam perjalanan panjangnya merupakan sebuah perguruan bela diri yang lahir dan berdiri secara resmi di pondok pesantren tebuireng jombang pada tanggal 2 NOVEMBER 1982 . sebagai tercantum dalam AD/ART-nya bahwa perguruan pencak silat ini berorientasi pada pembinaan dan perjuangan sedang tujuannya adalah untuk mempertahankan pengembangan dan melestarikan  beladiri pencak silat , yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia ,serta turut dalam pembangunannya manusia seutuhnya.
Pada awalnya , lembaga ini dibentuk untuk menyalurkan bakat dan keinginan para santri yang ingin belajar beladiri khususnya pencak silat , hal ini tentunya dengan tujuanserta misi keislaman sekaligus sebagai bekal para santri dikala mereka kembali ke masyarakat untuk mengembangkan dahwah islamiyah . hal ini jelas membantu sekali kerena perguruan ini selain berbekal kemampuan bela diri juga kemampuan mental spiritualnya , yang nantinya akan sangat dibutuhkan dalam proses dahwah islamiyahyang tentunya sering mendapatkan hambatan , tantangan ,dan ancaman dari luar.
Perguruan pencak silat NH PERKASYA tidak hanya memberikan materi tentang bela diri saja (YUDO,KARATE,DAN PENCAK SILAT)melainkan kemampuan mental spiritual, wawasan keislaman,wawasan kenegaraan, kepemimpinan , menejemen keorganisasian, dan akidah islaamiyah untuk bekal materi dakwah.
Pendirian perguruan pencak silat ini.tak lepas dari bapak kita,bapak Lamro Asyhari,seorang santri tebuireng asal ponorogo yang terkenal dengan istilah waroknya, pada masa kecilnya beeliau belajar ilmu kanuragan di perguruan pencak silat CIMANDI yang didirikan dan di latih oleh ayahnya sendiri.perguruan itu cukup dikenal di kalangan masyarakat,tak lama mengikuti latihan ayah beliau wafat sepeninggal ayahnya,beliau merantau untuk mencari ilmu pencak silat yang lebih tinggi yang berada di tengah kota ponorogo,disana beliau belajar pencak silat di perguruan BATARA PERKASYA dengan guru besarnya bapak nur aziz.
Ketika sudah mendapat tingkatan yang lebih tinggi,beliau mendapat suatu kepercayaan dari gurunya untuk membantu melatih di perguruan tersebut. Walaupun sudah mendapatkan tingkatan agak tinggi , beliau masih menimba ilmu di aliran lain yaitu karateka . pada waktu latihan karate belum sampai tingkat atas , beliau harus meninggalkan ponorogo untuk melanjutkan studinya.
Kedatangannya di jombang di luar perkiraan . karena sebelumnya beliau sudah mendaftar kuliah di Yogyakarta . namun karena suatu keadaan , beliau melanjutkan studinya di jombang tidak sampai di situ beliau menimba ilmu persilatan selain menimba ilmu agama dan melanjutkan kuliah di pondok pesantren tebuireng beliau juga menimba ilmu pencak silat , merasa ilmunya belum cukup , beliau kemudian menimba ilmu di Cirebon , jawa barat . sampai pada akhirnya beliau berfikir untuk mengembangkan ilmu yang dimilikinya di pondok pesantrn tebuireng jombang.
Sebelum resmi dan di restui oleh pengasuh pondok pesantren tebuireng,latian beladiri pencak silat sudah berjalan rutin walaupun dilakukan secara senbunyi sembunyi . hal itu di lakukan karena belum tentu di terima oleh santri lainnya . pada awalnya yang mengikuti latihan tidak lebih dari lima orang. Lama kelamaan latihan tersebut di ketahui sntri lainnya , dan mereka meminta agar latihan dilakukan secara terbuka dangan kepercayaan dan tawaran itu beberapa santri minta izin kepada pengasuh pondik pesantren tebuireng ,akhirnya setelah meminta izin kepada pengasuh pondok pesantren tebuireng latihan beladiri di restui dengan syarat tidak mengganggu aktifitas pondok dan sekolah.
Pada saat itu hannya adaa latihan rutin. Belum berfikir untuk membentuk sebuah wadah organisasi , beberapa waktu kemudian para senior berkeinginan untuk membentuk wadah organisasi pencak silatyang mempunyi cirri khas tersendiri,sebagai identitas para santri .terdorong oleh pikiran itu , selanjutnya mereka mengadakan musyawarah , pelatih pada saat itu mengusulkan supaya nama lembaga itu bersifat umum dengan harapan bisa di terima di daerah mana saja secara luas . dan menyarankan agar namanya sesuai dengan nama sebuah perguruan yang pernah di ikitina “ PERKASYA “ (pertahanan dua kalimat syahadat) supaya di pakai agar hubungan dengan perguruan sebelumnya yaiti ”BATARA PERKASYA” tetap terjalin.beberapa kali di adakan musyawarah belum juga mendapat hasil. Kemudian dengan berbagai usaha istikhoroh yang di lakukan oleh KH Syamsuri zen , beliau memberikan nama “NURUL HUDA” .menurut pengakuan beliau bahwa nama tersebut atas pemberian dari KH ABDUL KHOLIQ HASYIM.
Pada tanggal 2 november 1982 . di adakan musyawarah untuk menetapkan nama dan pengurus perguruan atas kesepakatan bersama, mereka memutuskan nama perguruan pencak silat yang belum lahir diberi nama “ NURUL HUDA PERTAHANAN DUA KALIMAT SYAHADAT” yang lebih popular disebut “NH PERKASYA” ,sesuai dengan namanya , NURUL HUDA yang artinya  CAHAYA PETUNJUK,memberikan suatu makna bahwa keberadaan siapa di balik nama tersebut yaitu NABI MUHAMMAD SAW ,sedang perkasya {PERTAHANAN DUA KALIMAT SYAHADAT} , berarti mempertahankan Islam itu sendiri , jelasnya bahwa setiap anggota perguruan pencak silat NH PERKASYA selain mereka menguasai ilmu bela diri sekaligus juga menguasai ajaran aqidah islam . ini semua harus di landasi dengan fondasi iman yang kuat.

D.STRUKTUR ORGANISASI
            Struktur organisasi pengurus besar NH PERKASYA adalah sebagai berikut:
1.      Dewan Pembina
2.      Dewan penasehat
3.      Dewan pendekar
4.      Pengurus harian
a.       Ketua umum
b.      Sekretaris jendral
c.       Bendahara
d.      Departemen bidang :
v  Pengkaderan
v  Pengembangan fasilitas dan dana
v  Pengembangan teknik beladiri
v  Pengembangan sumberdaya manusia

Catatan  : kepengurusan dalam tingkat ranting tidak terdapat dewan pendekar.

E . AKTIVITAS PERGURUAN PENCAK SILAT NH PERKASYA
            1 . aktivitas dibawah naungan dewan pendekar
            Kegiatan yang di naungi oleh dewan pendekar menitik beratkan pada kemampuan, keahlian, dan keterampilanbeladiri serta untuk menumbuh kembangkan keberanian, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Intinya pesilat dilatih supaya mempunyai fisik yang kuat dan kokoh serta mempunyai mental spiritual yang stabil.dengan kemampuan seperti ini diharapkan pesilat dapat melaksanakan proses dakwah islamiyah mereka sudah mempunyai kondisi fisik yang kokoh serta kondisi mental sepiritual yang sudah siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang ada.
            Adapun kegiatan yang berada di bawah naungan dewan pendekar antara lain:
a.       Latian rutin
Kegiatan yang di berikan meliputi materi pencak silat,karate, yudo, dan pernapasan,sesuai dengan tingkatannya masing-masing
b.      Long march
Suatu perjalanan jauh {lari jarak jauh} untuk mendapatkan atribur atau lambing perguruan dan lambing IPSI sekaligus sebagai syarat untuk ikut knaikan tingkat bagi pemegang sabuk putih. Untuk rute tergantung kebijaksanan dan keputusan dewan pendekar atau panitia.
Tujuan dari kegiatan ini adalah selain untuk mendapatkan fisik yang bagus juga untuk memberikan gambaran pada pesilat bahwa untuk mendapatkan sesuatu atau untuk melangkah pada tingkatan yang lebih tinggi harus di lalui dengan perjuangan  yang berat dan melelahkan.
c.       Ujian kenaikan tingkat
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pesilat apakah layak untuk menyandang tingkat atau sabuk yang lebih tinggi serta untuk mendorong pesilat untuk selalu bersunguh-sungguh dalam latian.
d.      Pelacab, pelatda,serta pelatnas
Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama yang dilaksanakan di tiap-tiap kepengurusan mulai tingkat cabang, daerah maupun wilayah dan tingkat nasional untuk pelatnas. Sasaran kegiatan ini adalah para pelatih atau asisten pelatih sesuai dengan tingkat masing-masing. Pelatcb untuk sabuk hijau,pelatda untuk sabuk biru, pelatnas untuk sabuk coklat, materi yang di berikan adalah teknik bela diri dan teknik pengasaan diri. Materi pelatcab di tekankan pada materi beladiri sedangkan pelatnas pada filosofo kependekaran.

2. aktivitas di bawah naungan pengurus
Secara garis besar, wewenang dari pengurus harian adalah melaksanakan tugas harian  yang terkait dengan menejemen administrasi serta aktivitas lainnya yang menitik beratkan pada proses pengkaderan organisasi serta pembinaan wawasan pemikiran. Aktivitas ini meliputi LDKP,LTKP,LMKP,seminar atau ceramah agama.
Adapun materi lengkapnya sebagai berikut:
a.       Latian Dasar Kepemimpinan Pesilat {LDKP}
1.      Materi dasar
Ø  Pancasila
Ø  Ahlussunnah wal jama’ah {aswaja}
Ø  Ke-NH Perkasya-an
Ø  Ubudiah
Ø  Menejemen kesekretariaan
Ø  Teknik bela diri praktis
Ø  Akhlakul karimah
Tujuan dan target yang ingin di capai adalah
*      Timbulnya pemahamandan rasa tanggung jawab terhadap nilai-nilai pancasila,aswaja,dan ubudiah yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.
*      Timbulnya rasa tanggung jawab terhaadap pengelolaan perguruan.
2.      Materi wawasan
v  Beladiri pencak silat
v  Stidi dakwah
v  Pengembangan masyarakat
v  Keorganisasian
Tujuan dan target yang ingin di capai adalah :
o   Timbulnya pemahaman dan kesadaran tentang ajaran-ajaran pencak silat dan permasalahan social
o   Timbulnya pemahaman dan kesadaran terhadap potensi-potensi peserta dan pengelolahan perguruan.
3.      Materi kepemimpinan
·         Kepemimpinen
·         Dasar-dasar menejemen
·         Scientific problem sulving
·         Teknik diskusi
·         Penyusunan program
·         Program tindak lanjut
·         Evaluasi akhir
Tujuan dan target yang diinginkan / di capai adalah :
Ø  Timbulnyapemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya memiliki keterampilan memimpin dan berdiskusi
Ø  Timbulnya pemahaman dan kesadaran terhadap pelatihan sebagai proses belajar.
b.      Latian menengah kepemimpinen pesilat
1)      Pendahuluan
v  Bina Susana
v  Analisa latihan
v  Kesepakatan latihan
v  Paradigma filosofi latihan
2)      Materi dasar
v  Pancasila
v  Ahlussunnah wal jama’ah {aswaja}
v  Ke-NH Perkasya-an
v  Ubudiah
v  Menejemen kesekretariaan
v  Teknik bela diri praktis
v  Menejemen tingkat lanjutan
v  Akhlakul karimah
3)      Materi wawasan
v  Kependekaran
v  Study politik
v  Study pembangunan
v  Hamkamnas
Tujuan dan target yang ingin di capai adalah :
§  Timbulnya kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap berbagai permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.
§  Timbulnya kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap perguruan dalam pengembangan dan pelestarian perguruan.
4)      Materi kepemimpinan
v  Kepemimpinan
v  Perencanaan dan penyusun program
v  Komunikasi
v  Evaluasi dan pelaporan
v  Program dan tindak lanjut
v  Evaluasi akhir
Tujuan yang ingin di capai adalah ingin meningkatkan kemampuan dan kecakapan dalam menganalisa dan mengidentifikasi serta mendapatkan alternative pemecah.
c. latihan Tinggi Kepemimpinan Pesilat (LTKP)
                        1). Pendahuluan
v  Bina suasana
v  Analisa diri
v  Pendalaman analisa diri
v  Kesepakatan latihan
v  Paradigm filosofo latihan
                        2). Materi dasar
v  Pengamalan pancasila
v  Ahlussunah wal jama’ah {aswaja}
v  Ke-NH Perkasya-an
v  Akhlakul tasamuh
v  Teknik beladiri praktis
                        3). Materi wawasan
v  Kependekaran
v  Teologi pengembangan dan pembangunan
v  Kawaspadaan nasional
v  Kebudayaan nasional
d.seminar dan penceramah
           kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan sutu materi yang telah di tentukan dengan tujuan untuk memperluas atau meningkatkan pemikiran wawasan serta daya kritis pesilat terhadap suatu permasalahan.
F. MAKNA LAMBANG NH PERKASYA
1.      Segi lima melambangkan rukun islam/pancasila
2.      Garis hitam melambangkan kekokohan/ketabahan
3.      Garis putih melambangkan kesucian
4.      Garis merah melambangkan keberanian
5.      Warna dasar kuning melambangkan keagungan
6.      Roda melambangkan kedinamisan /hamblum minannas
7.      Gerisi enam melambangkan rukun iman
8.      Jagat berwarna hijau melambangkan kesuburan
9.      Keris lekuk tiga melambangkan iman,islam dan ihsan
10.  Bintang satu melambangkan cita-cita
11.  Sayab merupakan sebuah lambing untuk bergerak ke atas/hamblum minallah
12.  Identitas perguruan melambangkan sebuah eksistensis
G. SUMPAH NH PERKASYA
1.      SANGGUP MENJAGA NAMA BAIK PERGURUAN PENCAK SILAT NH PERKASYA
2.      SNGGUP BERAKHLAK MULIA
3.      SANGGUPMENAATI SEMUA PERATURAN
4.      SANGGUP PATUH PADA PIMPINAN
5.      SANGGUP MEMPERTINGGI PRESTASI
6.      SANGGUP MENGENDALIKAN DIRI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar